T UPACARA BENDERA DI MAN 21 JAKARTA: MENGHARGAI WAKTU | Website MAN 21 Jakarta

UPACARA BENDERA DI MAN 21 JAKARTA: MENGHARGAI WAKTU

Jakarta (Humas MAN 21 Jakarta), Senin (24/9) — Segenap warga MAN 21 Jakarta mengikuti upacara bendera di lapangan madrasah pagi tadi
 
Kegiatan dalam rangka memupuk jiwa nasionalisme dan kedisiplinan itu dibawakan oleh para siswa kelas XII MIA 2.
 
Upacara dipimpin oleh Rangga Alif. Rana, Maudy dan Dheva bertugas menjadi pengibar bendera. Bersama teman-teman sekelas, mereka mesukseskan kegiatan rutin dua pekanan ini.
 
H. Mimi Rosmiyati yang menjadi wali kelas XII MIA 2 ini bertindak sebagai inspektur upacara.
 
Evaluasi pelaksanaan upacara hari ini dan bertaaruf, memperkenalkan diri pembina mengawali sambutannya di hadapan lima ratus lebih peserta upacara.
 
“Tidak kenal maka tak sayang,” kata Mimi yang mengharapkan semua siswa bisa mengenal guru-gurunya dengan baik. Baik yang mengajar di kelas maupun yang tidak.
 
Di antara amanat yang disampaikannya adalah Pertama, tentang tanggung jawab. Para siswa diingatkan niat dan tujuan datang ke madrasah ini tiada lain adalah untuk menuntut ilmu.
 
Bagaiman sikap dan perilaku itu dapat mengarah pada niat dan tujuan awal tadi sebagai bukti dari rasa tanggung jawabnya.
 
Kedua, meneladani sekaligus menjadi teladan yang baik. Di samping para siswa diminta mencontoh kakak angkatannya yang berprestasi, mereka juga diminta agar bisa menjadi contoh baik bagi adik-adik kelasnya.
 
Ketiga, terus melatih diri dan menghargai waktu. Mimi mengajak agar mereka mau melatih kemampuannya dan menggunakan kesempatannya dengan maksimal.
 
“Kesempatan itu tidak datang dua kali,” katanya. “Kesempatan itu mahal harganya,” lanjutnya memotivasi mereka.
 
“Seperti berpidato,” ucapnya memberi ncontoh. “Banyak sekali kesempatan diberikan madrasah kepada kalian agar mampu berbicara di depan orang banyak,” lanjutnya.
 
Kultum bada Zhuhur, latihan drama, berbicara di depan kelas, menjadi muadzin, memanggil orang lain melakukan kebaikan adalah menjadi sarana melatih kemampuan diri itu.
 
Selain itu, di kesempatan waktu setahun sekali kegiliran menjadi pembina upacara ini, Mimi tambahkan beberapa hal terkait dengan wawasan berpidato.
 
Di antaranya ia sampaikan empat macam tekniknya, yakni membaca, menghafal, membawa catatan kecil dan teknik serta merta.
 
Guru mapel bahasa Indonesia di madrasah ini mengharapkan agar para siswa yang menjadi anak didiknya mampu dan dapat mengaktulisasikan ilmunya dengan sebaik-baiknya. (lt)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply