T HIKMAH BELAJAR DARI PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO | Website MAN 21 Jakarta

HIKMAH BELAJAR DARI PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

HIKMAH BELAJAR SEJARAH PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

(Hasil Renungan Setelah Diskusi Pembelajaran Sejarah Metode Amanah Budaya)

Oleh: Arif Budiman

 

Inilah sepenggal perjalanan kita. Perjalanan yang menjadikan kita tetap berproses. Negeri ini masih berjalan, meski sejuta kepedihan dan rasa sakit menyerta. Darah dan juga air mata.

Kita mungkin pernah berpikir negeri akan menjadi sirna. Kita mungkin pernah berpikr bagaimana nasib anak-anak kita.

 

Sebab Api pernah membakar Jakarta, Ibu Kota pernah berduka. MPR pernah demikian tak berdaya. Pemerintah dulu telah menjadi sangat pelupa. Tapi masih mau untuk mengalah mengundurkan diri dan menyerahkan pemerintahan ini kepada pemilik yang sesungguhnya, Rakyat dan Mahasiswa.

 

Meski ini akan penuh Luka. Meski tak semanis Mahatir Mohamamd yang mengakhiri pemerintahanya tanpa perlu ada yang berdarah.

 

Transisi Kita penuh luka, darah dan air mata. Tak sedkit yang meregang Nyawa. Empat Mahasiswa atau bahhkan lebih jadi tumbalnya. Untuk perubahan yany kita inginkan bersama…

 

Sesudahnya ada harapan baru. Ada pemimpin yang mau berupaya. Membaca keinginan kita. Mendengar keingnan kita.

 

Dan sudah ada buktinya. Meski belum semua. Meski tak semua tuntutan kita dapat dipenuhinya. Itulah sepenggal perjalanan dan usaha pemimpin baru kita, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan ia didaulat Untuk memimpin kembali Indonesia di Periode yang kedua. Meski ada yang tak menyukainya. Tapi Ia terus berupaya.

 

Sepuluh tahun di Masa kepemimpinannya, adalah masa transisi yang Indah. Masa pemerintahan yang mana demokrasi mendapatkan tempatnya. Masa dimana kita dapat berbicara dengan leluasa. Bukan dibungkam atau dimatikan

 

TERIMA KASIH, ATAS PENGABDIANNYA….

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply