T WORKSHOP PEMBUATAN FILM PENDEK DI VILLA SILMA CILEMBER (Catatan Perjalanan) | Website MAN 21 Jakarta

WORKSHOP PEMBUATAN FILM PENDEK DI VILLA SILMA CILEMBER (Catatan Perjalanan)

Cilember, Tanggal 18 – 20 Oktober 2018. Tiga hari sebelum Workshop, kami dapat kabar Pimpinan Untuk Ikut Workshop Film Reliji. Sempat tidak yakin untuk mengikutinya karena sangat mendadak Apakah cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Workshop ini, Meskipun judulnya Workshop tetap saja didalmnya ada seleksi Film terbaik. Artinya workshop ini tetap bernilai atau berstatus perlombaan. Panitia mengatakan bahwa dari film yang dibuat semua madrasah, akan diambil 10 film terbaik.

 

Akhirnya, Kami Putuskan untuk tetap Ikut Worshop ini. Kamis siang saat guru-guru mengikuti pelatihan Kurikulum K-13. Kami berangkat untuk Check In di Hotel Silma Cilember. Terbayang di ingatan ini, akan tinggal di Hotel Megah sebab bayarnya saja sampai 7.500.000,-

 

Dengan Biaya sebesar itu tentu akan dapati Fasilitas Megah dan karenanya tentu akan dapat membuat atau mengedit Vidio dengan Nyaman. Aku bisa membantu anak-anak dengan nyaman pula.

 

Begitu Mobil yang mengantar kami memasuki Wilayah Cilember, masih terbayang Villa atau Hotel Silma yang Indah itu. Wajar, selama ini, kami dimanjakan kegiatan dengan fasilitas bagus di Kegiatan-kegiatan Kanwil. Kini jauh dari standar itu, layaknya masih ikuti kegiatan kampus di satu villa yang murah meriah.

 

Mendekati lokasi, bangunan Hotel itu terbaca, tulisan Villa Silma jelas terbaca. Gedungnya sangat biasaiasa. Ahhh itu Mah Luarnya, pasti dalamnya lengkap. Berikut AC.

 

Aku ambil positifnya, yang penting tempatnya adem dan nyaman. Namun Semua itu pecah Sirna sebab Begitu sampai di Villa tersebut, jauh dari harapan. Penempatan peserta pun terlihat masih berantakan. Daftar nama-nama Anak atau Tim MAN 21 Jakarta pun belum ada di data Panitia, terpaksa aku sendiri yang harus menuliskannya.

 

Setelah itu, Panitia mencantumkan secara avak, anak-anak ku termasuk Aku sendiri di kamar yang masih mungkin untuk diisi. Jujur aku memang bertanya, bukannya Para Pembina mendapati Ruang tersendiri. Ini aku digabung atau dimasukan satu kamar bersama anak-anak dari MAN yang lain…

 

Rasanya seperti tinggal di Mess dulu saat menjadi karyawan Bangunan di Daerah Jakarta Timur…??? Bagaimana dengan alat-alat yang kubawa ini, Akan amankah.

 

Tim MAN 21 termasuk datang awal, dan nyatanya setelah ini, MAN lain mengalami hal yang sama. Sebagaian ada yang protes, di WA pun ramai, dipenuhi komplain kepada Panitia Workshop..

 

Sempat Hilang Selera dan membuat kepada ini sangat pusing karena Naskah anak sendiri pun belum jadi… Bagaimana ini. Ruang berjauhan dan sangat tidak nyaman. Mana Pintu Kamar Mandi Juga Rusak. Panitia beralasan kenapa dicampur agar semua dapat saling kenal dan Saling Bersosialisasi?????

 

Karena Komplain itu, Kami dipindahkan ke satu kamar bersama pembina yang lain dalam satu kamar yang tidak memadai. Sebab ada yang tidak kebagian Tempat Tidur…

 

Pagi harinya pun komplain masih ada. Dan akhrnya kami dipindahkan kembali di Kamar Panitia, Temat yang tentu lebih baik dibandigkan Kamar Bekas Kesehatan….>?

 

Hari Itu Aku Terkapar, Karena Malam hari aku tak mendapatkan tempat Tidur karena Rangan Pembina Pinuh.

 

Hari Pertama di Workshop ini aku tak bisa Full dalam kegiatan menemani anak-anak. Baru siang harinya. Alhamdulillah Jam 10.00 siang dapat kembali pulih dan aku bisa menemani mereka. Sebenarnya bukan hanya menemani mereka tapi aku juga sedang belajar apa dan bagaimana membuat Film yang sebenarnya dan di Workshp ini, mereka yang mengisi adalah para tokoh artis yang sudah malang melintang di dunia Perfilm dan Sinotron. Disana ada Boneng, yang aku sempat kaget, dan saya katakan pada Temens guru, kayaknya say kenal orang ini?

 

Itu Boneng Pak Arip, katanya. Oh Iya Itu Boneng, Koq udah tua ya? Jawabku

 

Dedy Mizwar tak jadi hadir dalam Workshop ini. Siang itu adalah Teknik Editing yaitu bagaimana Mengedit dimana setiap.. Agar Efektif para peserta yang 9 orang dibagi ke dalam beberaa kelas yaitu Kelas Seni Peran, Kelas Penyutradaraan, Kelas Editing…

 

Dan hari kedua langsung Praktek Syuting dan Mengedit Film yang dibuat.

 

Hari terakhir. Adalah Evaluasi editing dan Pemutaran Film yang telah diselesaikan masing-masing MAN…

 

Mudah-mudahan Ilmu yang di dapat ini dapat bermanfaat. Hasil Edit Film MAN 21 Tidak maksimal, karenanya nanti baru akan diperbaiki di MAN 21 Jakarta.

 

Setelah itu dikirim ke Panitia dan Sesudahnya Panitia akan mengumumkan kapan Ada Acara Penganugrahan Film terbaik Workshop Film Pendek Islami…

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply