T API SEJARAH 10 NOVEMBER | Website MAN 21 Jakarta

API SEJARAH 10 NOVEMBER

MENGOBARKAN API SEJARAH 10 NOVEMBER
(Peristiwa Kebangsaan)

Oleh: Arif Budiman

Eksistensi sebuah negara biasannya sangat tergantung pada eksistensi sosok gagah dan pemberani yang rela berjuang menjaga batas-batas negeri.  Mereka yang memiliki tekad kuat itu, umumnya terwakili oleh para kesatria, para tentara pejuang atau kalangan militer. Tanpa Militer, maka negara mudah dipecah belah. Kedaulatan saat itu  bisa secara seketika sirna. Maka militer adalah indikator pertama di masa revolusi fisik. Militer yang dimaksud dalam tulisan ini adalah mereka yang mengangkat senjata untuk membela kedaulatan bangsa. Disini terkandung makna bahwa militer adalah tindakan bela negara, dan yang bela negara bukan sekedar militer resmi negara namun juga seluruh warga negara.

Revolusi 10 November bukan semata militer, revolusi 10 November adalah semangat arek-arek Suraboyo dari semua kalangan, termasuk para ulama. bahkan sampai keluar Resolusi Jihad. Ini adalah tanda bahwa kekuatan telah menyatau, kebersamaan telah tumbuh kuat. perubahan dari negara terjajah menjadi bebas telah sangat kuat. Semangat yang sangat luar biasa. Momentum perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Inilah Api  Sejarah yang berkobar dalam fakta 10 November 1945. Ketika Sekutu datang dengan ribuan Tenk dan persenjataan lengkap menuntut arek-arek Suroboyo siap siaga. Tentara rakyat bentukan sendiri dimana mereka terdiri dari arek arek Suroboyo yang relah berjuang denmi negaranya tercinta. Bukan tentara pemerintah yang dibayar. Tapi ini adalah satuan-satuan militer mandiri yang dibentuk secara sukarela dari rakyat Surabaya waktu itu.

Dan memori terkuat dari peristiwa 10 November adalah semangat keagamaan yang sangat kuat saat itu. Apakah salah menulis isu keagamaan disini, terutama dalam konteks Nasionalisme?. Bagi penulis meski yang diungkap adalah simbol keagamaan, tapi hakekatnya ini adalah momen kebangsaan. Jadi tak ada salahnya mengangkat Jihadnya sebab konteks jihadnya adalah peristiwa heroik yang membakar semangat kebangsaan. Yang tidak boleh adalah jika pembicaraan tentang isu Islam (resolusi Jihad) pekik Alluhu Akbar untuk membangun sentimen keagamaan. Alias merasa paling benar dan cenderung menyalahkan atau merendahkan agama lain. Peran Islam dalam spirit Surabaya adalah Realitas yang harus diterima bahwa kolonial umumnya adalah orang Belanda (Kristen) maupun Protestan. Sentimen Keagamaan pada waktu itu dibolehkan, bahkan itu digaungkan saat revolusi Surabaya.

Maka wajar jika gelora Bung Tomo dengan pidatonya, sampai sekarang masih diingat terus. Pekik takbir yang diucapkan 3 x dengan semangatnya, menandakan betapa semangat Jihad adalah Api Sejarah yang mulad-mulad (menyala-nyala) . Pekik takbair masa itu adalah pemantik semangat. Pekik takbir seperti itu, saat ini sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Kalimat Takbir yang terucap saat itu bukan kalimat dengan konotasi negatif karena diidentikkan sebagai ucapan sang teroris dalam aksinya. Allahu Akbar Allah Akbar adalah kalimat Suci yang mengobarkan semangat berperang melawan kezaliman. Dan sudah semestinya lah kalimat takbir itu terucap atau diucapkan

Oktober 1945 adalah waktu dimana bangsa Indonesia sedang menikmati momen kemerdekaannya. Tentu saja setelah lama dalam kerangkeng penjajahan. Wajar jika Arek-arek Suroboyo dengan penuh kesadaran dan semangat yang kuat berreaksi terhadap kedatangan bangsa asing di kota Surabaya. Mereka rela diri turut dalam perang mengusir sekutu di Indonesia yaitu Amerika dan Inggris. Apapun dalih kedatangan mereka,  mau misi perdamaian atau misi penengah atau misi yang lainnya. namun realitasnya telah terbaca oleh para pejuang kemerdekaan bahwa kedatangan mereka bersama kekuatan tentara NICA adalah fakta nyata.

Hari ini dan seterusnya, kita memerlukan kobar Api Sejarah, yaitu semangat yang membakar. Semangat yang harus terus dinyalakan.  Terlebih ketika nasib kebangsaan di ujung pengharapan. terlebih ketika jiwa dan semangat kebangsaan kini mulai pudar atau dipudarkan. terlebih ketika semua komponen bangsa terlenakan oleh zaman.  Hingga telah benar-benar menjadi sirna tanpa ada sisa. Karenanya, kita perlu terus menyalakan Api Sejarah ini, pekik takbir yang berarti seseorang memiliki nilai spiritualitas yang baik. Biarkan hari-hari kita ini dikobarkan oleh nyalanya. Demi dan untuk INdonesia yang berjaya.

Allahu Akbar Allahu Akbar Alluhu Akbar. Merdeka..!!

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply