T TIM PENGEMBANG DAN BAPAK IBU GURU MAN 21 JAKARTA MENGIKUTI WEBINAR MADRASAH RISET | Website MAN 21 Jakarta

TIM PENGEMBANG DAN BAPAK IBU GURU MAN 21 JAKARTA MENGIKUTI WEBINAR MADRASAH RISET

Humas MAN 21 Jakarta — Hari ini  Tim Pengembang dan bapak Ibu Guru MAN 21 Jakarta dimobilisasi (diarahkan) oleh Samsurial, Kamad 21 Jakarta untuk mengikuti webinar yang dilaksanakan oleh MAN 2 Jakarta. Webinar  mengangkat tema  Implementasi Riset di Kalangan guru. Seminar ini dimulai pada pukul 09.00 dengan terlebih dulu diawali dengan sambutan-sambutan seperti sambutan dari Kepala MAN 2 Jakarta, Wido dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Penmad Nur Pawaidudin. Beliau menyampaikan beberapa poin penting untuk peserta seminar agar menjadi petunjuk atau pedoman dan sekaligus motivasi bagi seluruh peserta ataupun guru-guru di kementraian Agama DKI Jakarta.

 

Sambutan Kepala Seksi Penmad Kanwil DKI Jakarta, Nur Pawaidudin dalam Webinar Implementasi Riset di Kalangan guru

Beliau juga menyatakan bahwa Pembelajaran Inovatif dapat ditemukan apabila madrasah membiasakan budaya riset, yang tentu saja artinya dibangunnya budaya ilmiah dan budaya ini menjadi dasar bagi bapak ibu guru di lingkungan madrasah. Kenapa terjadi madrasah riset, karena pembelajaran tidak dapat terjadi dalam ruang hampa.  karenanya diperlukan pembelajaran berbasis riset. Slah satu inti dari budaya riset ini adalah Berpikir kritis. Dan tujuan ini memerlukan gerakan bersama yang bisa diikuti oleh sebanyak mungkin madrasah.

 

Meskipun beliau sangat berapi-api, dan kuat sekali dalam memberi wejangan riset, beliau tetap ingin mengingatkan. Katanya, Tapi ingat kita adalah madrasah, meskipun ada program robotik, riset atau even dan program apapun, nilai agama yaitu akhlakul karimah tetap menjadi fokus utama madrasah. Jangan sampai madrasah kehilangan ruhnya. Jangan sampai terjadi siswa madrasah tidak dapat  membaca Al Quran. Ingat di dalam kurikulum kita juga sudah digariskan bagaimana mengintegrasikan K1 K2, K3 dan K4. Semua kompetensi harus tercakup di dalamnya. Jangan semata, menyelenggarakan program ini untuk dapat juara, sebab yang penting adalah jadi madrasah Riset.

 

Selanjutnya webinar pun segera dimulai oleh Narasumber utama yaitu Obing Katuba, peneliti Utama di LIPI. Beliau memulai pemaparannya dengan cerita tentang pengalaman beliau saat SD. Katanya ia senantiasa dibantu oleh sosok penjaga kebun di sekolahnya yang setia meminjaminya buku-buku yaitu buku yang diambilnya dari buku-buku para guru setelah semua guru, siswa dan suasansekolah telah menjadi sepi. Karennya secara keilmuan dan pengalaman belajar, beliau merasa sangat berhutang budi pada sosok Tukang Kebon yang ada di sekolahnya itu. Itulah sebabnya kata beliau setiap kali beliau pulang ke kampung halamannya, dia pasti akan main atau bersilaturahmi ke rumah pak Kebon ini. Akunya terharu.

 

Subhanallah sekali ya..!. Dan di pembuka webinar ini beliau juga katakan, “Saya bukan segala-galanya tahu dalam penelitian, saya hanya membantu bapak ibu mengingat kembali. Ibaratnya sepeti orang yang tidur maka sebenarnya Ilmunya sudah ada pada bapak ibu semua, saya tinggal “nepok-nepoki” atau hanya membangunkan saja. Selebihnya dari webinar ini di hadapan pemateri, Obing Katubi ini merupakan pemaparan materi, yang terkait dengan penelitian. Satu yang penting penelitian ini, ketika ada wacana atau pertanyaan yang ditujukan pada Obing apakah tujuannya seketika akan berdampak pada perubahan? beliau menjawab tugas penelitian hanya untuk mengetahui, dan akan berdampak pada perubahan ketika penelitain itu dimanfaatkan atau djadikan rekomendasi untuk perubahan. (ARF)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply