T Krisis Kepahlawanan: Sebuah Editorial | Website MAN 21 Jakarta

Krisis Kepahlawanan: Sebuah Editorial

Dewan Redaksi

 

Hari pahlawan adalah tanggal bersejarah yang sedang kita peringati. istilah pahlawan ini otomatis akan mengingatkan kita tentang definisi pahlawan itu sendiri. Peringatah hari pahlawan 10 November, apakah hanya terkandung makna bahwa pahlawan hanya ada pada tanggal 10 November itu..?  Pahlawan bukan semata mereka-mereka pada masa itu, makna pahlawan itu sangat luas. Pahlawan adalah sosok yang mengerahkan segenap usahanya untuk mengubah keadaan menuju perbaikan. Karenanya,  seorang pahlawan tidak harus muncul di tengah dentuman senjata saat perang, seorang pahlawan juga tidak harus muncul dibalik kelebatan bilah-bilah pedang yang memerangi musuh dalam sutau peperangan. Seorang pahlawan hari ini bisa ditunjukkan oleh warga negara yang taat menjalankan protocol covid-19 sebab dengan itu telah terbunuh ratusan bahkan jutaan virus yang mengancam nyawa manusia.

Sudah sangat banyak manusia yang harus meregang nyawa dan menjadi korban, keganasan virus covid-19. Korban dalam arti yang sebenatr-benarnya yaitu mereka yang terkena dampak langsung dari adanya virus corona ini. Telah begitu banyak derita yang diakibatkannya. mulai dari kesehatan hingga urusan ekonomi. Nyaris tak ada berita gembira dari adanya pandemi corona yang bukan hanya melanda satu negara tapi dunia, kecuali berusah aberpikir positif, hanay dan hanya berlaku bagi sang bijak yang menganggap pandemi ini sebagai pembelajaran. dan pandai-pandai mengambil hikmah bahwa pandemi ini mendekatkan mereka dengan keluarganya, pandemi ini meningkatkan penguasaan sumber daya manusia pada teknologi yang selama ini nyaris terlupakan dan enggan memanfaatkannya. yang terakhir oleh sang pembuat teknologi dianggap sebagai suatu konspirasi agar teknologinya terpakai atau digunakann sehingga keuntungan akan mengalir ke pundi-pundinya. Whateva

Hari pahlawan adalah momen inspiratif yang menyuguhkan fakta kepahlawanan yang heroik. Nilai-nilai kepalawanan itu adalah tentang nyawa yang rela dikorbankan, tentang tetes darah hingga penghabisan, tentang hidup nyaman yang rela ia tinggalkan, tentang cinta pada saudara yang lebih diutamakan. Bukan jabatan atau kekuasaan, bukan hidup mewah dan berjuta kenyamanan. Nyaman bagi seorang pahlawan adalah terbebasnya negeri ini dari penindasan dan kesewenang-wenangan. Baktinya ditujukan untuk kejayaan bangsa dan negara. Bukan hanya untuk kepentingan kelompok dan golongannya.

 

Apabila kita menengok kondisi sekarang, masih dapatkah kita temui nilai kepahlawan itu di masa kini baik dalam bidang sosial, budaya dan juga politik. Jawabannya seperti nya menjadi pesismistik sebab faktanya masing-masing kita lebih mementingkan golongan dan kelompoknya sendiri. Fakta yang kita harapkan jauh dari kenyataan. Banyak fakta sebaliknya terjadi dan dipertontonkan bahkan oleh tokoh-tokoh partai atau tokoh politik kita. Yaitu mereka yang jauh dari spirit kepahlawanan, menganggap partainya atau ormasnya paling nasionalis, paling benar dan seterusnya. Itu yang terpampang di depan mata kita akhir-akhir ini. Spirit kepahlawanan telah hilang, jiwa yang tulus rela berjuang bagi nusa kini telah tiada.

 

Maka dengan momen 10 November 2020 ini, semestinya kembali menjadi pemantik bagi lahirya pahlwan-pahlawan baru (Red).

 

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply